Minggu, 18 Januari 2015

SALAH ATAU BERKAH ?




“Kenapa aku masuk jurusan ini ? aku benci dengan jurusan ini. Aku ingin pindah saja, tapi kemana ?”
Ahmad , hampir-hampir dia frustasi dengan keadaan dirinya saat ini. Ahmad berasal dari Probolinggo, Jawa Timur. Ahmad ini adalah lulusan terbaik Pondok Pesantren Baitul Qur’an, salah satu Pesantren Salafi ternama di kampungnya. Sejak dia masuk ke sebuah Universitas ternama di Ibukota nilai-nilai yang diperolehnya sungguh tak bisa lagi dibanggakannya. Nilai-nilainya kini Jauh di bawah nilai teman-temannya. Tak ada yang lebih disesalinya selain jurusan yang ia ambil ini, jurusan Bahasa Inggris.
“Sir, bagaiamana agar better in injlisiyah ?” tanyanya pada seorang dosennya di tengah perkuliahan di awal semester I. Semua mata tertuju padanya, tawa meledak di seantero ruang kuliah. Pak mukri, Dosennya saat itu hanya memandang Ahmad dengan tatapan heran.
“What do you mean, Ahmad ?”
Ahmad hanya terdiam tak mengerti apa arti dari pertanyaan Pak Mukri tersebut. Sekali lagi tawa memenuhi atmosfer ruangan itu. Suasana hati Ahmad mulai memburuk. Dia hanya ingin menanyakan satu pertanyaan, tak disangka hal itu membuatnya terlihat begitu buruk di hadapan teman-temannya dan juga Dosennya.
“What do you mean Ahmad ?” Pak mukri mengulangi pertanyaannya
Ahmad segera tersadar dari pikirannya. Segera saja dicari kata-kata yang tepat untuk bertanya..
“Bagaimana caranya agar saya bisa menguasai Bahasa Inggris yang rumit ini Ustad ?”
Hanya itu yang bisa dikatakannya. Semua usaha dan kemampuannya telah dikerahkan tapi dia menyerah. Dia tak ingin memperburuk suasana. Dia hanya ingin bertanya hal yang sederhana, bukan ingin ditertawakan.
“say it in English !”
“no can sir”
“Then you must get out from this class”
Ahmad hanya diam masih tak mengerti apa yang dikatakan Pak mukri.
“Ahmad, keluar kamu dari kelasku !” nada suara pak Mukri tiba-tiba menjadi sangat tinggi bagai halilintar yang menyambar telinga Ahmad.
Itulah pengalaman pertama Ahmad diusir dari kelas, sejak saat itu diusir bukan lagi hal yang aneh bagi Ahmad.

1 komentar:

  1. Really inspiring and funny story :)
    When i was reading this story, i thought ahmad's character just like me...
    I'm so enthusiastic...
    I will waiting for the next story, :) keep spirit talented writer ;)

    BalasHapus