Rabu, 04 November 2015

Kirim Tulisan di Dakwatuna.com

sumber : http://www.dakwatuna.com/kirim-tulisan/

Assalamu’alaikum wr. wb.
Kita harus peduli dengan apa yang terjadi di dunia ini dan selalu bersemangat untuk selalu memperbaiki diri sebagai bekal di akhirat. Terkait dengan hal tersebut, dakwatuna.com hadir sebagai ruang edukasi, informasi, aspirasi, serta konsultasi. Dan dalam setahun terakhir, kami telah mengalami 5 juta hingga 22 juta pageviews setiap bulannya. Hal ini menjadikan dakwatuna.com sebagai sarana yang tepat untuk menyalurkan informasi dan aspirasi, seperti pemikiran, pendapat, ide, gagasan, atau bentuk lainnya. Terbukti dengan adanya 2.000-an kontributor yang telah menyalurkan aspirasinya melalui dakwatuna.com.
Untuk itu segera salurkan aspirasi Anda melalui dakwatuna.com. Kami menerima kiriman tulisan dari pembaca untuk rubrik-rubrik berikut ini:
  1. Kanal Berita
    1. Rubrik Perjalanan
    2. Rubrik Silaturahim
    3. Rubrik Agenda Umat
    4. Rubrik Rilis Pers
    5. Rubrik Opini
    6. Rubrik Surat Pembaca
  2. Kanal Narasi Islam
    1. Rubrik Politik
    2. Rubrik Ekonomi
    3. Rubrik Sosial
    4. Rubrik Wanita
    5. Rubrik Pengetahuan
    6. Rubrik Teknologi
    7. Rubrik Fiqih Dakwah
    8. Rubrik Sejarah Islam
    9. Rubrik Life Skill
    10. Rubrik Hidayah
    11. Rubrik Khutbah
    12. Rubrik Resensi Buku
    13. Rubrik Artikel Lepas
  3. Kanal Keluarga
    1. Rubrik Pendidikan Anak
    2. Rubrik Pendidikan Keluarga
    3. Rubrik Kesehatan
  4. Kanal Pemuda
    1. Rubrik Essay
    2. Rubrik Kisah
    3. Rubrik Cerpen
    4. Rubrik Mimbar Kampus
    5. Rubrik Suara Rohis-OSIS
    6. Rubrik Puisi dan Syair
Naskah tulisan dikirimkan melalui email ke ke dakwatuna at gmail dot com . File yang dikirim dalam format DOC/RTF, kami tidak menerima file dalam format PDF.
Tulisan yang dikirim harus memenuhi syarat sebagai berikut:
Syarat Tulisan:
  1. Tulisan harus dikirim langsung oleh e-mail penulis dan tidak diwakilkan oleh e-mail orang lain atau organisasi.
  2. Tulisan harus rapi dan sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) dan sesuai dengan Pedoman Alih Aksara untuk penulisan kata yang berasal dari bahasa Arab.
  3. Tulisan harus merupakan karya sendiri.
  4. Tulisan tidak keluar dari visi dan misi dakwatuna.com.
  5. Penulis harus menyertakan Kelengkapan Profil Penulis (terlampir di bawah).
  6. Apabila di dalam tulisan terdapat kutipan dari sumber lain, maka harus disebutkan sumbernya.
  7. Tulisan yang dikirim tidak boleh mengandung hyperlink ke situs yang bersifat komersial.
  8. Khusus untuk artikel (non berita, non reportase), kami mengutamakan naskah yang belum pernah dimuat di media lainnya (seperti: blog pribadi, media online lain, akun social media seperti Facebook, dsb). Naskah tulisan yang sudah pernah dimuat pada media lain tersebut akan kami masukkan dalam urutan paling akhir atau bahkan tidak akan kami muat jika antrian kiriman tulisan yang masuk sedang penuh.
Kelengkapan Profil Penulis:

  1. Nama lengkap (nama asli sesuai KTP)
  2. Nama Pena (jika ada dan ingin ditampilkan). Redaksi tidak menerima nama pena yang terlalu ‘lebay‘.
  3. Nomor KTP/SIM/Paspor
  4. Tempat dan Tanggal Lahir
  5. Alamat Lengkap
  6. Nomor Telepon/HP
  7. Pekerjaan
  8. Jenis Kelamin
  9. Profil Singkat (cukup satu paragraf. Untuk privasi dan keamanan Anda, alamat email dan nomor telepon/HP pada profil singkat akan kami hapus. Kata-kata motivasi, puisi, pantun, dll, adalah bukan profil dan akan kami hapus)
  10. Foto Pribadi (optional). Akan ditampilkan di dakwatuna.com. Gunakan pas foto terbaru dengan wajah asli yang jelas dan tampak depan dengan ukuran segi empat
  11. Alamat email valid
  12. Alamat URL situs (optional): http://
  13. Alamat URL Facebook (optional): http://fb.com/USERNAME_FB_ANDA
  14. Alamat URL Twitter (optional): http://twitter.com/USERNAME_TWITTER_ANDA
  15. Judul Tulisan
  16. Nama rubrik yang dituju
  17. Isi Tulisan, dan
  18. Apabila ada gambar/ilustrasi yang relevan dengan tulisan yang dikirim, silakan kirim juga file gambar tersebut dengan saran ukuran: 1280 x 720 pixel dalam format file JPG, serta sebutkan sumber gambarnya.
Umumnya, tulisan yang masuk membutuhkan waktu beberapa hari hingga sampai dimuat di dakwatuna.com, hal ini karena ada proses screening dan editing oleh redaksi dari sekian banyak tulisan yang masuk. Oleh karena itu apabila tulisan tersebut ingin segera dimuat –misalnya karena terkait dengan isu kekinian/aktual– mohon beri subject (AKTUAL) pada bagian subject message/email.
Redaksi berhak mengevaluasi, memilih tulisan mana yang dapat dimuat dan mana yang tidak dapat dimuat tanpa pemberitahuan, dan melakukan proses editing di meja redaksi sebelum tulisan dimuat. Redaksi juga berhak menempatkan tulisan pada rubrik manapun yang lebih cocok. Jazakumullah khair

Rabu, 18 Maret 2015

SERINDU INIKAH RASAKU

Seratus bulan nadaku bisu
Kurayu kembali penaku
Ia jengah dengan cintaku padamu
Bosan ia, diam

Tertinggal waktu dan ku layu
Serindu inikah rasaku ?
Bukankah cinta adalah putih,
Mengapa ia memberi malam pada syairku ?

Sendu memang suaraku
Dan kau tahu rinduku
Benci ku berlama menanti
Kembang mekar tuk kumbang menepi
Adakah kita sepakati

Berpijak pada satu jalan pelangi

Ketika Mahasantri Jatuh Cinta

jatuh cinta adalah hak setiap manusia. masing-masing hati bebas untuk mencintai siapa saja sekehendak hatinya. lain soal bagi mahasantri sepertiku yang setiap harinya disibukkan dengan menuntut ilmu dan menambah ibadahnya. tidak mudah untuk mencintai seorang perempuan. bukan karena aku tidak memiliki perasaan pada perempuan. masalah utamanya adalah karena statusku sebagai calon Faqih yang Alim dan Abid. tentu status itu akan tercoreng jika aku sembarangan mencintai seorang perempuan.
ada dilema besar bagi mahasantri sepertiku, aku ingin berpacaran tapi rasanya sangat tidak etis karena aku berkuliah di jurusan fiqh di UIN Jakarta. bukannya tidak boleh, teman-temanku saja banyak yang sudah memiliki pacar, hanya saja aku tidak mau memberikan citra buruk bagi Universitas dan Fakultasku di mata masyarakat. saat ini berkembang mindset yang salah mengenai UIN, masyarakat beranggapan setiap lulusan UIN jika tidak liberal pasti wahabi.
sebagai mahasiswa UIN yang bukan merupakan dua golongan itu, aku harus berhati-hati dan menjaga diri. jangan sampai masyarakat menillaiku sebagai liberal ataupun wahabi.
jika aku pacaran, aku bisa disebut liberal karena tidak menghargai aturan islam yang melarang pacaran. jika aku tidak pacaran, bisa-bisa aku disebut wahabi karena terlalu kolot dengan aturan islam yang menurut mereka kaku.sungguh menyebalkan dalam kondisi seperti ini.
ternyata tidak mudah untuk mendapatkan pengakuan dan kepercayaan dari masyarakat.
kembali lagi ke topik awal. aku juga bisa jatuh cinta tapi seorang Faqih tidak bisa sembarangan jatuh cinta. memang tidak ada aturan seperti itu tapi seakan ada rumus yang mengatakan bahwa seorang Faqih wajib memilih perempuan Shaliha. masalahnya adalah hati tidak bisa dipaksakan untuk jatuh cinta pada orang tertentu.

Kamis, 22 Januari 2015

TIPS MEMILIH PEREMPUAN



      Tips akurat dari seorang santri salah gaul bagi kalian yang masih bingung bagaimana caranya memilih jodoh yang cantik dan membuat kalian bahagia. Ini adalah tips yang dibagikan secara gratis khusus untuk yang ingin menjalin hubungan serius, bukan hanya pacaran atau adik-kakaan. Check it out :
1.       Kaki
Ketika pertama kali bertemu dengan perempuan, yang pertama lihatlah kakinya. mungkin terdengar aneh bagi kalian tapi yakinlah jika kakinya menapak ke tanah berarti kalian berada di tempat yang aman. Berbeda jika perempuan yang kalian temui kakinya tidak menapak ke tanah berarti tandanya kalian harus lari. Haha…(JK)
Sebenarnya bukan hanya itu saja alasannya, ada alasan yang lebih masuk akal lagi. Lihatlah kakinya karena kaki adalah bagian tubuh paling jauh dari tangan sehingga jarang dijangkau oleh tangan. Lalu apa hubungannya kaki dan tangan ?
sederhana saja, ketika mandi kaki adalah bagian yang paling jarang dijangkau tangan jadi jika kakinya bersih maka Insya Allah seluruh tubuhnya juga bersih karena kaki saja yang jarang dirawat bisa bersih apalagi bagian tubuh yang lain yang sering dirawat. Kesimpulannya jika kakinya bersih maka dia cantik. Ini rumus dari Universitas Dunia Manusia, percaya  tidak percaya, ya percaya saja. Jangan banyak Tanya. Hehe :D
Lalu bagaimana jika kakinya tidak terlihat karena pakai kaos kaki dan sepatu ? bagaimana memastikan kecantikannya ?
tenang saja, masih ada 4 tahap lagi, jangan terburu-buru dulu. Jika sudah seperti itu maka kita lanjut ke tahap dua.
2.      . Wajah
Ketika seorang Sahabat mengabarkan bahwa ia akan melamar seorang perempuan Anshar, Rasulullah SAW bersabda,

أنظرت إليها قال لا قال فاذهب فانظر إليها فإن في أعين الأنصار شيئا
“Sudahkah engkau melihatnya?” Sahabat tersebut berkata, “Belum.” Beliau lalu bersabda, “Pergilah kepadanya dan lihatlah ia, sebab pada mata mereka terdapat sesuatu.” (HR. Muslim)
Wajah adalah pusat kecantikan dan tempat bertumpunya pandangan maka dari itu dengan melihat wajahnya kalian akan tahu kecantikannya. Bahkan ketika meminang dianjurkan untuk melihat wajah perempuan yang dipinang. Umumnya orang yang jatuh cinta pada pandangan pertama pasti jatuh cinta ketika melihat wajahnya. Tapi perlu diingat ya, melihat wajahnya jangan kaya mau membunuh ya, melihatnya biasa saja, jangan berlebihan dan keterlaluan. Kasihan kaliannya jika sampai melihat sepatu terbang. Hihi :D
lalu bagaimana jika perempuan itu memakai cadar atau masker sehingga wajahnya tidak jelas terlihat ? jika begitu, lanjut ke tahap ketiga.
3.      . Tubuh
Jangan berpikiran macam-macam dulu, baca sampi akhir. Jangan dipotong, nanti susah menyambungnya lagi. kenapa tubuh masuk dalam tahap seleksi karena agar kita bisa cocok dengan pasangan kita. Dan semakin cinta dengan pasangan kita.
Rasulullah SAW juga bersabda, bahwa ada 4 kriteria wanita terbaik salah satunya adalah yang menyenangkan suami tatkala melihatnya. Tubuh yang serasi dengan tubuh kalian akan membuat kalian senang. Berbeda jika kalian kurus tapi menikah dengan perempuan gendut, pasti ruwet tatkala melihatnya karena akan kalah dalam segala hal. Kalah dalam berkelahi, kalah dalam kekuasaan rumah tangga, kalah dalam makan, kalah dalam uang jajan, dan kekalahan-kekalahan lainnya.
tapi kan aku belum menikah…
Sebelum ke pernikahan, sambil kalian berinteraksi sosial dengan masyarakat, apalagi yang masih belajar di jenjang akhir perkuliahan. Kalian bisa melihat-lihat mana yang cocok, mana yang menyenangkan hati. Jika kamu orang kurus, diusahakan jangan memilih pasangan yang gendut hanya karena alasan perbaikan keturunan ya.
Pikirkan masa depan kalian dan juga pikirkan komentar yang kamu terima nanti dari orang-orang yang melihat kalian berdua jalan bersama.
Sekali lagi melihatnya sekilas saja, jangan berlebihan dan keterlaluan karena dalam kondisi seperti itu mata kalian akan bisa melihat sepatu terbang. Hhoho :D
4.     .  Akhlak
Akhlak adalah harta termahal yang paling sering dilalaikan orang. Akhlak itu sangat penting bagi setiap manusia untuk menjalani kehidupannya. Bahkan Rasulullah SAW pun diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia. Akhlak pastilah sesuatu yang sangat luar biasa hebatnya di sisi Allah, karena untuk menyempurnakannya sampai-sampai Allah mengutus Rasulullah SAW, Nabi yang Paling Mulia, dan Kekasih Tercinta-Nya.
berbicara mengenai akhlak seorang perempuan, memang tidak bisa berdasarkan pandangan sesaat saja. Maka dari itu jika tahap 1,2,3 lolos ataupun jika tahap 1,2,3 gagal. Perhatikanlah dengan sangat cermat tahap ini. Karena akhlak adalah kunci kebahagiaan yang akan bertahan seumur hidup. Untuk menilai akhlak seorang perempuan dibutuhkan waktu yang tidak sebentar. Untuk menyelesaikan tahap ini kalian harus mengenalnya, mengenal teman-temannya baik yang laki-laki maupun perempuan, mencari tahu bagaimana kebiasaannya, hobinya, cara bicaranya, dan yang paling harus diperhatikan adalah hubungannya dengan lelaki lain. Jika perempuan yang kalian perhatikan begitu mudahnya dekat, foto, selfie,bercanda, apalagi jika sampai jalan bersama dengan sembarang lelaki, janganlah coba-coba mendekatinya karena bisa dipastikan dia akan tetap dekat dengan sembarang lelaki meski sudah menjadi halal untukmu.tapi jika dia tidak terlalu dekat atau tidak mudah dekat dengan sembarang lelaki berarti masih ada kesempatan untukmu mengimaminya.
5.      . Agama
katanya santri tapi kenapa faktor Agama diletakkan di tahap terakhir ? jawabannya adalah karena penulis mengikuti Hadits Rasulullah SAW,

“Pilihlah perempuan karena 4 hal yaitu hartanya, nasabnya, kecantikannya, dan Agamanya”

karena pada Hadits di atas kata Agama diletakkan di akhir maka penulis pun mengikutinya. Bukan berarti Agama tidak penting ataupun dijadikan faktor yang bisa diabaikan. Penulis meletakkannya di akhir karena penulis sangat yakin jika kalian pasti akan memilih pasangan yang seagama. Persentase memilih pasangan yang tidak seagama hanya 1,7% saja maka dari itu penulis berpikir tidak mengapa meletakkannya di akhir. Faktor agama pasti juga menjadi kriteria standar dalam memilih pasangan. Selama perempuan yang kalian pilih beragama Islam dan berakhlak mulia maka faktor ini tidak terlalu penting lagi karena yang paling penting adalah bagaiamana kalian mengajari perempuan tentang agama. Tapi dalam tips ini ada dua hal mendasar yang harus menjadi faktor krusial yang mengalahkan faktor-faktor sebelumnya. jika tahap 1,2,3,4 gagal maka dua hal terakhir masih bisa meloloskannya. Dua hal itu adalah sholatnya dan auratnya. Jika dia adalah seorang perempuan yang menjaga sholat wajibnya dan menutup auratnya maka berbahagialah karena semua tahap tidak diperlukan lagi. tapi ika sebaliknya maka kalian tinggal menentukan akan sengsara selamanya karena memilihnya atau mencari oase lainnya.

Rabu, 21 Januari 2015

MENJAGA LISAN




“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau (jika tidak bisa lebih baik) diam”
(Mutafaqun  Alaih)

Begitulah peringatan Rasulullah SAW kepada para Sahabat untuk menjaga lisannya. Lisan yang tidak dijaga akan menimbulkan akibat yang sangat berbahaya. menjaga lisan itu tidak mudah, bahkan sangat berat. Begitu beratnya sampai-sampai Rasulullah menjamin surga untuk orang yang bisa menjaga lisannya.

“Barangsiapa yang bisa menjamin kebaikan lisannya dan menjaga kemaluannya, aku akan memberikan jaminan Surga untuknya”
(Mutafaqun ‘Alaih)

Namun faktanya di zaman sekarang baik Muslim yang taat maupun Muslin awam, mereka semua sangat hobi berbicara ngalor-ngidul yang tidak ada manfaatnya bahkan terkadang menggunjingkan aib saudaranya sesama Muslimnya. Mencela seorang Muslim adalah kefasikan, sebagaimana Sabda Nabi Muhammada SAW,

“Mencela seorang Muslim adalah kefasikan dan membunuhnya adalah kekufuran”
 (HR. Muslim)

Meski sudah diperingatkan seperi itu, masih banyak yang tidak peduli dan mengabaikannya. Bahkan kita yang awam pun sering mencela para Ulama yang berbeda pendapat dengan pendapat kita. Mulut kita sering gatal jika tidak menjatuhkan orang yang berseberangan pendapat dengan kita, termasuk Ulama. Seperti dalam masalah penentuan boleh tidaknya mengucapkan natal kepada orang nasrani. Kita begitu mudahnya mencela Ulama yang saling berbeda pendapat itu, Ulama yang membolehkan Muslim mengucapkan natal kita labeli sebagai Ulama liberal sedangkan yang melarang disebut Ulama wahabi. Padahal Islam mengajarkan kita untuk Ukhuwah dan saling bersatu namun ego mengalahkan pengetahuan yang kita miliki.
Menjaga lisan memang tidak mudah. Banyak manusia yang lalai dan terpeleset dalam perkataan. Meski manusia memang tempatnya lupa dan salah, tidak serta merta kemudian kita pasrah dengan berbagai macam kelalaian, termasuk lalai dalam perkataan.
Setiap hari kita pasti berbicara untuk berinteraksi dengan orang lain. Kita harus melakukan reformasi pada cara berbicara kita agar semakin disenangi orang lain dan untuk meminimalisir dosa yang ditimbulkan dari kata-kata kita. Untuk itu saya berikan tips yang mudah-mudah-susah tapi semoga kita bisa mengamalkannya sehingga kita semua bisa menjadi pembicara yang baik.
Here it is :

1.      Berpikirlah sebelum berkata, pikirkan baik buruknya, pikirkan akibatnya. Karena banyak permusuhan dan pertikaian diawali dari perkataan yang tidak dipikirkan terlebih dahulu. Sebagai manusia yang memiliki akal, kita harus menggunakan akal kita untuk berpikir. jangan seperti binatang yang punya otak tapi tidak mau menggunakannya.
2.      Berperanlah sebagai lawan bicara, bayangkan bagaiamana perasaannya ketika kita mengatakan kalimat yang ingin kita ucapkan. Jika kita merasa tersinggung mendengarnya maka kita tidak boleh mengatakannya. Belajarlah untuk membiasakan berempati pada orang lain. Jangan sampai hati kita keras dan apatis pada perasaan orang lain.
3.      Jangam meremehkan orang lain. Biasanya kita berkata-kata sekehendak hati karena posisi dan kedudukan lawan bicara lebih rendah dari pada kita. Jangan berpikir bahwa mereka tidak bisa membalas perkataan kita. Jangan menyulut kebencian dan dendam di hati mereka. Ingatlah bahwa tikus lemah pun akan menggigit singa meski ia tahu takkan bisa mempertahankan hidupnya. Orang yang kita remehkan pun akan melakukan hal-hal yang tidak terpikirkan untuk menyelamatkan harga dirinya. Karena secara psikologi, orang ditekan akan balik menekan untuk mempertahankan diri.
4.      Perkataan buruk dan celaan adalah kedzaliman yang pasti dilunasi di hari kiamat. Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW, “orang yang paling rugi adalah orang yang membawa amal ibadahnya yang sangat banyak tapi karena dia mendzalimi saudaranya maka pahala amal ibadahnya diberikan kepada orang yang didzalimi, jika kedzalimanya belum terlunasi maka dosa orang yang didzalimi dibebankan kepadanya kemudian dia dilemparkan ke api neraka”. Jika kita tidak ingin pahala kita diambil oleh orang lain maka jangan pernah mendzalimi orang lain baik dengan perbuatan maupun perkataan.
5.      Perbanyaklah Istighfar agar dosa-dosa kita terkikis habis tanpa sisa. Kesalahan dan dosa adalah fitrah manusia, manusia yang terbaik adalah yang paling sering taubatnya. Maka dengan Istighfar kita bertaubat dari dosa yang diketahui maupun tidak diketahui. Selain itu, mulut jika tidak disibukkan dengan Dzikir maka akan disibukkan dengan perkataan lainnya. untuk menghindari perkataan buruk, perbanyaklah Dzikir seperti Istighfar. 
6.   Minta maaflah jika kita sudah terlanjur berkata buruk atau mencela saudara kita. Jangan gengsi untuk meminta maaf. Tidak ada aturan tentang posisi dan kedudukan untuk minta maaf. Majikan pun wajib meminta maaf kepada budaknya jika ia melakukan kesalahan. Di mata Allah semua manusia adalah sama, yang membedakan adalah kadar ketakwaan masing-masing. Maaf mampu melenyapkan sakit hati dan dendam serta memperbaiki hubungan. dosa kepada Allah jika bertaubat akan diampuni karena Allah Maha Pengampun, tapi dosa kepada manusia meski bertaubat sulit untuk dimaafkan karena manusia tidak memiliki sifat Maha Memaafkan. Maka dari itu segeralah meminta maaf jika kita bersalah agar tidak menjadi dendam.